PUSATBERITA – Badan terkait program MBG menyampaikan bantahan atas kabar yang menyebut seorang balita berusia 2 tahun di wilayah Cianjur meninggal dunia akibat keracunan makanan dari program tersebut. Pihak BGN menegaskan informasi yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya dan meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Menurut keterangan resmi, penyebab meninggalnya balita tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan investigasi dari pihak berwenang. Karena itu, mengaitkan kejadian tersebut langsung dengan MBG dinilai terlalu dini.
BGN juga menyatakan siap bekerja sama dengan instansi terkait untuk menelusuri fakta sebenarnya, termasuk jika diperlukan pemeriksaan sampel makanan maupun riwayat kesehatan korban. Mereka menekankan bahwa keamanan pangan dalam program MBG menjadi perhatian utama.
Baca Juga.
Polisi Ringkus 2 Pengedar Tramadol dan Hexymer di Bogor, Ribuan Butir Obat Keras Disita
Kasus ini pun memicu perhatian publik, terutama di media sosial, setelah berbagai spekulasi bermunculan. Banyak pihak berharap hasil penyelidikan segera diumumkan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak simpang siur.
Sementara itu, warga diminta tetap tenang dan menunggu pernyataan resmi dari otoritas kesehatan maupun aparat setempat mengenai penyebab pasti kejadian tersebut.
