PUSATBERITA – Polrestabes Surabaya mengungkap praktik perjokian dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diduga melibatkan jaringan terorganisir. Mengejutkannya, biaya untuk satu “paket” jasa joki disebut bisa mencapai Rp700 juta.
Menurut pihak kepolisian, tarif fantastis tersebut diberikan oleh peserta tertentu demi mendapatkan peluang lebih besar masuk ke perguruan tinggi favorit. Modus yang digunakan pun disebut cukup rapi, mulai dari pemalsuan identitas hingga penggunaan orang lain yang memiliki kemampuan akademik tinggi untuk menggantikan peserta asli.
Kasus ini terbongkar setelah aparat melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK di wilayah Surabaya. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan adanya dugaan keterlibatan beberapa pihak yang berperan sebagai penghubung, penyedia joki, hingga pengatur administrasi peserta.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa praktik tersebut tidak hanya merugikan peserta lain yang mengikuti ujian secara jujur, tetapi juga mencederai integritas sistem pendidikan nasional.
“Kami masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lebih besar dan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini,” ujar perwakilan kepolisian.
Baca Juga.
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 8–9 Mei 2026, Warga Diminta Waspada
Kasus perjokian UTBK ini langsung menjadi sorotan publik karena nominal transaksi yang sangat besar serta dampaknya terhadap dunia pendidikan. Banyak pihak mendesak agar pengawasan pelaksanaan ujian diperketat guna mencegah praktik curang serupa kembali terjadi di masa mendatang.
Selain proses hukum terhadap pelaku, hasil ujian peserta yang terbukti menggunakan jasa joki juga terancam dibatalkan sesuai aturan yang berlaku.
