PUSATBERITA – Insiden pembajakan kembali terjadi di perairan rawan Afrika Timur. Sebuah kapal dhow milik Uni Emirat Arab dilaporkan dibajak oleh kelompok perompak di lepas pantai Somalia, sebelum akhirnya sempat dimanfaatkan sebagai “kapal induk” untuk melancarkan aksi kejahatan di laut.
Menurut laporan otoritas maritim internasional, kapal tradisional tersebut awalnya berlayar membawa muatan dagang sebelum disergap oleh kelompok bersenjata. Para perompak kemudian menguasai kapal dan menjadikannya basis bergerak untuk memperluas jangkauan operasi mereka di perairan Samudra Hindia.
Modus penggunaan kapal hasil bajakan sebagai “mother ship” bukan hal baru dalam praktik pembajakan di kawasan tersebut. Dengan kapal yang lebih besar, para pelaku dapat beroperasi lebih jauh dari garis pantai, sekaligus menargetkan kapal-kapal niaga yang melintas di jalur pelayaran internasional yang sibuk.
Beruntung, operasi patroli maritim yang ditingkatkan oleh pasukan internasional berhasil mendeteksi aktivitas mencurigakan tersebut. Kapal dhow itu akhirnya berhasil diamankan, sementara sejumlah perompak dilaporkan melarikan diri sebelum aparat tiba di lokasi.
Baca Juga.
Kejati Tetapkan Bupati Sitaro Tersangka Korupsi Dana Bencana Rp 22,7 Miliar
Insiden ini kembali menyoroti ancaman keamanan di perairan Somalia yang dalam beberapa tahun terakhir sempat mereda, namun kini menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Jalur pelayaran di kawasan tersebut merupakan salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia, sehingga setiap gangguan keamanan berpotensi berdampak luas terhadap distribusi barang global.
Pihak berwenang mengimbau kapal-kapal yang melintas untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti protokol keamanan internasional guna menghindari risiko pembajakan.
