PUSATBERITA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa program MBG (Model Bisnis Gabungan) akan berperan sebagai offtaker bagi sekitar 165 juta petani di Indonesia. Langkah ini diyakini mampu memperkuat rantai distribusi pangan sekaligus menjamin penyerapan hasil panen petani secara lebih stabil.
Menurut Mentan, kehadiran MBG diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik yang kerap dihadapi petani, seperti fluktuasi harga dan kesulitan pemasaran. Dengan adanya pihak yang siap menyerap hasil produksi, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tengkulak atau pasar yang tidak menentu.
“MBG ini akan menjadi jembatan antara petani dan pasar. Hasil panen bisa langsung terserap dengan harga yang lebih kompetitif,” ujar Mentan dalam keterangannya.
Program ini juga disebut akan terintegrasi dengan berbagai sektor, mulai dari industri pengolahan hingga distribusi pangan nasional. Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya terserap, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui proses hilirisasi.
Bacda Juga.
Sahroni Usul Batas Jabatan Polri di Lembaga Sipil Maksimal 3 Tahun, Soroti Profesionalisme
Pemerintah berharap skema ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, MBG juga diproyeksikan dapat membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian dan industri pendukung.
Meski begitu, sejumlah pihak menilai implementasi program ini perlu pengawasan ketat agar berjalan efektif dan tepat sasaran. Transparansi serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan MBG dalam menjalankan perannya sebagai offtaker bagi jutaan petani di seluruh Indonesia.
Dengan potensi besar yang dimiliki, MBG diharapkan menjadi terobosan baru dalam sistem pertanian modern Indonesia yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berpihak pada petani.
