PUSATBERITA – Pernyataan mengenai kebutuhan hingga 19 ribu ekor sapi per hari untuk program MBG menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Kepala BGN memberikan penjelasan bahwa angka tersebut merupakan gambaran kebutuhan besar jika program dijalankan secara luas dan mencakup jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
Menurutnya, perhitungan itu bukan berarti seluruh kebutuhan harus dipenuhi sekaligus setiap hari, melainkan estimasi untuk melihat kesiapan rantai pasok pangan nasional. Pemerintah juga disebut akan menyesuaikan sumber protein hewani dengan kondisi daerah, tidak semata-mata bergantung pada daging sapi.
Baca Juga.
Curhat Kades Bengkulu: Jembatan Tak Kunjung Dibangun, Siswa Terpaksa Libur Saat Air Pasang
Selain sapi, kebutuhan gizi dalam program MBG dapat dipenuhi melalui alternatif lain seperti ayam, telur, ikan, maupun sumber protein lokal yang tersedia di masing-masing wilayah. Langkah ini dinilai lebih realistis sekaligus mendukung peternak dan pelaku usaha daerah.
Penjelasan tersebut diharapkan mampu meluruskan persepsi publik terkait angka fantastis yang sempat ramai diperbincangkan. Pemerintah menegaskan fokus utama program tetap pada pemenuhan gizi masyarakat dengan perencanaan yang terukur dan berkelanjutan.
