PUSATBERITA – Keluhan datang dari seorang kepala desa di wilayah Bengkulu terkait pembangunan jembatan yang belum juga terealisasi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama para siswa yang terpaksa libur sekolah ketika air pasang datang.
Menurut keterangan setempat, akses utama menuju sekolah harus melewati jalur yang sulit dilintasi saat debit air meningkat. Ketika air pasang, perjalanan menjadi berbahaya sehingga anak-anak memilih tidak berangkat demi keselamatan.
Baca Juga.
Minyakita Dipastikan Tak Dipakai untuk Bantuan Pangan, Ini Alasan di Baliknya
Warga berharap pembangunan jembatan segera diwujudkan agar aktivitas belajar mengajar tidak terus terganggu. Selain untuk pendidikan, jembatan tersebut juga dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung roda perekonomian desa.
Keluhan ini menjadi gambaran bahwa infrastruktur dasar masih sangat dibutuhkan di sejumlah daerah. Masyarakat berharap perhatian pemerintah segera hadir agar anak-anak bisa bersekolah dengan aman tanpa harus menunggu air surut.
