Pangkalpinang, 5 Mei 2026 — Kasus kematian seorang remaja berusia 17 tahun di Pangkalpinang mendadak menjadi perhatian nasional setelah pihak kepolisian melakukan pembongkaran makam untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Remaja tersebut sebelumnya dilaporkan meninggal dunia usai menjalani operasi usus buntu di sebuah rumah sakit. Keluarga korban mulai curiga karena kondisi korban disebut memburuk secara cepat pasca tindakan medis, hingga akhirnya meninggal dunia dalam waktu singkat.
Langkah ekshumasi atau pembongkaran makam dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian, termasuk kemungkinan adanya kesalahan prosedur medis.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses ini melibatkan tim forensik untuk mengumpulkan bukti ilmiah. Hasil autopsi nantinya akan menjadi dasar apakah terdapat unsur kelalaian atau tidak.
Kasus ini memicu reaksi luas di media sosial. Banyak warganet menuntut transparansi dari pihak rumah sakit serta perlindungan hukum bagi pasien. Tagar terkait dugaan malapraktik bahkan sempat menjadi trending, menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu keselamatan pasien di Indonesia.
Sementara itu, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi secara rinci dan menyatakan akan menunggu hasil investigasi sebelum mengambil langkah lanjutan.

