
PUSATBERITA, Bangkok – Perayaan Songkran 2026, yang dikenal sebagai festival tahun baru tradisional Thailand, diwarnai duka mendalam setelah serangkaian kecelakaan lalu lintas, insiden keramaian, dan kejadian tragis lainnya dilaporkan menewaskan 154 orang selama masa libur festival berlangsung.
Menurut laporan otoritas setempat, mayoritas korban meninggal dunia berasal dari kecelakaan di jalan raya yang meningkat tajam selama arus mudik dan perjalanan wisata antar provinsi. Selain itu, beberapa korban lain dilaporkan meninggal akibat tenggelam, keributan, serta kondisi darurat medis saat menghadiri acara perayaan besar.
Baca Juga :
Prabowo Ingin Program MBG Fokus ke Anak Kurang Gizi, Pengamat: Efektif Cegah Pemborosan
Festival Songkran yang biasanya identik dengan perang air, kebersamaan keluarga, dan doa di kuil, tahun ini justru menyisakan duka bagi banyak keluarga. Pemerintah Thailand menyebut tingginya angka kecelakaan dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:
- Pengemudi dalam kondisi mabuk alkohol
- Kecepatan berlebihan
- Kepadatan lalu lintas ekstrem
- Kurangnya penggunaan helm bagi pengendara motor
- Kelalaian keselamatan di area wisata air
Perdana Menteri Thailand menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban dan menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pada perayaan mendatang.
Baca Juga :
Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa Teknik Mesin, IPB Lakukan Investigasi
Pihak kepolisian dan kementerian transportasi Thailand juga mengumumkan evaluasi besar-besaran terhadap sistem keamanan selama festival nasional. Penambahan pos pemeriksaan, patroli malam, dan pengetatan aturan minuman beralkohol direncanakan akan diterapkan pada Songkran berikutnya.
Meski angka kunjungan wisatawan tetap tinggi dan ekonomi lokal meningkat selama festival, tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa euforia perayaan tidak boleh mengesampingkan keselamatan.
