PUSATBERITA – Presiden terpilih Prabowo Subianto mendorong agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, khususnya mereka yang mengalami kekurangan gizi. Langkah ini dinilai sebagai strategi tepat untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus mencegah pemborosan anggaran negara.
Dalam sejumlah kesempatan, Prabowo menekankan bahwa intervensi gizi harus menyasar kelompok rentan, seperti anak-anak dari keluarga kurang mampu dan wilayah dengan angka stunting tinggi. Dengan pendekatan yang lebih terarah, program MBG diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan generasi muda.
Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai, fokus pada sasaran prioritas merupakan langkah rasional. Selain memastikan bantuan tepat guna, kebijakan ini juga dinilai dapat menghindari distribusi yang terlalu luas namun kurang efektif.
Baca Juga.
Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa Teknik Mesin, IPB Lakukan Investigasi
“Kalau program ini menyasar semua tanpa prioritas, potensi pemborosan anggaran sangat besar. Dengan fokus pada anak kurang gizi, manfaatnya akan jauh lebih terasa,” ujar seorang pengamat.
Selain itu, pendekatan ini juga dianggap sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Dengan pemberian asupan gizi yang tepat, diharapkan tumbuh kembang anak dapat lebih optimal.
Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya data yang akurat agar program berjalan efektif. Validasi penerima manfaat menjadi kunci agar bantuan tidak salah sasaran.
Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo ke depan. Publik kini menantikan bagaimana implementasi kebijakan ini di lapangan, termasuk kesiapan anggaran, distribusi, serta pengawasan agar tujuan mulia program benar-benar tercapai.
