PUSATBERITA – Jumlah korban tewas dalam insiden kecelakaan tambang timah ilegal di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, kembali bertambah. Hingga [hari/tanggal], total korban meninggal dunia tercatat lima orang, salah satunya diketahui merupakan warga asal Banten.
Korban terbaru ditemukan tim gabungan setelah melakukan pencarian intensif di lokasi tambang yang sebelumnya dilaporkan longsor dan tergenang air. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Pihak kepolisian menyebutkan, para korban merupakan pekerja tambang yang tengah beraktivitas saat peristiwa nahas itu terjadi. Kondisi tanah yang labil serta metode penambangan yang tidak memenuhi standar keselamatan diduga kuat menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.
Baca Juga.
Prabowo Tegaskan Program MBG Wajib Sukses: Tidak Ada Ruang untuk Gagal
“Total korban meninggal dunia saat ini lima orang. Proses pencarian sempat terkendala kondisi lubang tambang yang dalam dan berlumpur,” ujar petugas di lapangan.
Insiden ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Selain menelan korban jiwa, aktivitas tambang timah ilegal juga dinilai terus mengancam keselamatan pekerja dan merusak lingkungan sekitar.
Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum menyatakan akan memperketat pengawasan dan penertiban tambang ilegal, guna mencegah terulangnya kejadian serupa. Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kepastian dan bantuan dari pihak terkait.
Tragedi ini kembali menjadi pengingat pahit akan tingginya risiko tambang ilegal, yang kerap mengorbankan nyawa demi penghasilan, tanpa perlindungan keselamatan yang memadai.
