Maluku Tengah, 8 Juli 2025

PUSATNEWS, Potret keterbatasan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana kembali mencuat di tengah derasnya hujan dan banjir yang melanda Maluku. Sebuah video yang viral di media sosial pada Senin malam (7/7), menunjukkan sekelompok warga memanggul seorang pasien gawat darurat melintasi derasnya arus sungai menggunakan tandu darurat, menuju fasilitas medis terdekat. Peristiwa terjadi di Desa Wailola, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, yang akses jalannya terputus akibat banjir.
Pasien perempuan berusia sekitar 60 tahun itu dilaporkan mengalami serangan jantung ringan saat hujan deras mengguyur sejak Minggu sore. Karena jalan utama menuju puskesmas tergenang banjir setinggi dada orang dewasa dan tidak dapat dilalui kendaraan, warga secara sukarela mengevakuasi korban dengan memanfaatkan tandu dan perahu rakit seadanya.
Situasi Darurat dan Aksi Solidaritas
Menurut Kepala Desa Wailola, Abdul Karim Pattisahusiwa, kejadian tersebut mencerminkan buruknya infrastruktur di wilayah terpencil saat bencana datang.
“Kami tidak punya akses cepat ke puskesmas kalau sungai meluap. Sinyal juga hilang. Untung warga bergerak cepat, kalau tidak, pasien bisa terlambat ditangani,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/7).
Evakuasi berjalan sekitar satu jam menembus aliran sungai dan lumpur. Setibanya di Puskesmas Tehoru, pasien langsung mendapat penanganan intensif. Hingga berita ini ditulis, kondisinya dilaporkan stabil dan masih dalam pengawasan.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengakui bahwa wilayah Tehoru dan sekitarnya memang tergolong rawan banjir dan sulit dijangkau saat musim hujan. Kepala BPBD Maluku Tengah, M. Latief Soumena, menyatakan pihaknya sedang mengupayakan bantuan logistik dan peralatan evakuasi ke wilayah terdampak.
“Kami telah menurunkan tim ke lokasi untuk memastikan kebutuhan warga, termasuk obat-obatan, perahu darurat, dan akses jalan alternatif,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menyebut pihaknya sedang meninjau kemungkinan penempatan tenaga medis mobile di wilayah yang sering terisolasi saat bencana.
Desakan Penanganan Jangka Panjang
Aktivis kemanusiaan dan layanan darurat menilai insiden ini sebagai alarm keras bagi pemerintah pusat dan daerah untuk segera memperbaiki infrastruktur layanan kesehatan dan akses desa di wilayah kepulauan dan terluar. Akses terhadap layanan medis dasar, terutama dalam kondisi bencana, menjadi hak setiap warga negara yang kerap terabaikan
Kisah warga memanggul pasien menyeberangi banjir di Maluku bukan sekadar peristiwa viral, tapi cermin nyata kesenjangan infrastruktur dan kesiapsiagaan darurat. Di tengah segala keterbatasan, solidaritas warga menjadi penyambung hidup—sementara sistem negara diharapkan segera hadir lebih kuat dan merata.
