Jakarta, 7 Mei 2026 — Topik mengenai perburuan tiket transportasi murah kembali ramai di media sosial sejak pagi hari. Ribuan pengguna internet mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket promo perjalanan antarkota yang dibuka terbatas melalui aplikasi digital.
Tagar terkait antrean online bahkan sempat masuk daftar pembahasan populer karena banyak calon penumpang mengaku sudah menunggu sejak dini hari, namun tetap gagal mendapatkan tiket. Sebagian pengguna menyebut sistem aplikasi mengalami perlambatan akibat lonjakan akses secara bersamaan.
Fenomena “war tiket” kini menjadi kebiasaan baru masyarakat Indonesia, terutama menjelang musim liburan pertengahan tahun dan akhir pekan panjang. Banyak warga rela menyalakan beberapa perangkat sekaligus demi memperbesar peluang mendapatkan harga termurah.
Pengamat transportasi digital menilai tren ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap perjalanan hemat. Selain faktor ekonomi, gaya hidup berburu promo juga semakin kuat karena pengaruh media sosial dan konten kreator yang rutin membagikan tips perjalanan murah.
Di sisi lain, beberapa pengguna meminta perusahaan penyedia layanan memperbaiki sistem antrean agar lebih transparan. Mereka berharap pembelian tiket bisa dilakukan secara adil tanpa gangguan bot maupun penumpukan trafik mendadak.
Meski banyak keluhan bermunculan, minat masyarakat terhadap promo perjalanan diperkirakan tetap meningkat sepanjang bulan Mei. Banyak warga mulai merencanakan liburan keluarga maupun perjalanan singkat setelah periode aktivitas kerja yang padat sejak awal tahun.

