PUSATBERITA – Praktik korupsi kini semakin licin dan terorganisir. Para pelaku tak lagi bergerak sendiri, melainkan membentuk “circle” atau lingkaran kepercayaan untuk menyamarkan aliran dana haram. Jaringan ini biasanya terdiri dari orang dekat, keluarga, rekan bisnis, hingga pihak tertentu yang siap membantu menyembunyikan aset hasil korupsi.
Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari memecah transaksi ke banyak rekening, membeli properti atas nama orang lain, hingga memutar uang melalui usaha yang tampak legal. Dengan cara itu, uang kotor seolah berubah menjadi harta sah dan sulit dilacak aparat.
Baca Juga.
Terkuak! Eks Petinggi Google Ungkap Peran Jurist Tan di Balik Langkah Nadiem Makarim
Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi penegak hukum. Sebab, membongkar satu pelaku saja tidak cukup, karena ada jaringan rapat yang saling melindungi. Jika satu orang tertangkap, yang lain bisa segera menghilangkan jejak.
Pakar menilai pemberantasan korupsi harus menyasar seluruh lingkaran pendukung, bukan hanya aktor utama. Transparansi keuangan, pengawasan ketat, dan hukuman tegas dinilai penting agar “circle” koruptor tidak terus tumbuh dan merugikan negara.
