PUSATBERITA – Nasib dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz terus menjadi perhatian. Hingga kini, kapal tersebut belum dapat melintas akibat situasi kawasan yang dinilai tidak normal.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa kondisi di Selat Hormuz saat ini sangat sensitif, terutama karena dipengaruhi ketegangan geopolitik di kawasan.
Ia menjelaskan, jalur strategis tersebut tengah berada dalam situasi menyerupai masa konflik, sehingga setiap kapal yang melintas harus mengikuti prosedur yang jauh lebih ketat dari biasanya.
“Ada protokol khusus yang harus dilalui, termasuk koordinasi dengan pihak keamanan Iran,” ujarnya.
Baca Juga
Dana Bantuan Bencana Sumut Naik Jadi Rp 23,32 Triliun, Bobby Nasution: Terima Kasih Presiden
Diketahui, dua kapal tanker tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang mengangkut minyak dan gas untuk kebutuhan energi dalam negeri.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Luar Negeri terus melakukan komunikasi intensif dengan otoritas terkait agar kapal dapat segera melintas dengan aman.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur vital distribusi minyak global. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi berdampak pada pasokan energi, termasuk bagi Indonesia.
Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi kapal dan awak tetap aman, serta terus memantau perkembangan selama 24 jam.
