Ketegangan global kembali mencapai titik kritis setelah konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel semakin memanas dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini bahkan berdampak langsung pada jalur perdagangan minyak paling penting di dunia, yaitu Selat Hormuz.
Dalam perkembangan terbaru, Iran dilaporkan kembali memperketat kontrol di wilayah tersebut dan memperingatkan kapal-kapal internasional untuk berhati-hati terhadap ancaman ranjau laut. Langkah ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pelaku ekonomi global.
Tak hanya itu, serangan militer di Lebanon juga memperparah keadaan. Serangan udara yang intens dilaporkan menimbulkan banyak korban dan memperluas potensi konflik kawasan.
Di sisi lain, sempat muncul harapan ketika Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata. Namun, efeknya justru kompleks—harga minyak dunia sempat turun drastis sementara harga emas melonjak karena investor mencari aset aman.
Situasi ini menciptakan ketidakpastian besar. Banyak analis memperingatkan bahwa jika konflik terus meluas, dampaknya tidak hanya regional, tetapi bisa memicu krisis ekonomi global baru.

