PUSATBERITA – Kisah haru datang dari Sukabumi, di mana sejumlah pelajar harus mempertaruhkan keselamatan demi bisa bersekolah. Mereka terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu sederhana setelah jembatan penghubung antar desa putus dan belum juga diperbaiki.
Setiap pagi, para siswa berkumpul di tepi sungai, menunggu giliran menaiki perahu kecil yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah. Dengan perlengkapan seadanya, mereka menyeberangi arus yang terkadang cukup deras, terutama saat musim hujan tiba.
Meski penuh risiko, semangat belajar para pelajar ini tidak surut. Mereka tetap berangkat ke sekolah demi mengejar cita-cita, meskipun harus menghadapi perjalanan yang tidak mudah setiap harinya.
Baca Juga.
Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Selat Hormuz atau “Neraka” Menanti
Warga setempat mengaku kondisi ini sudah berlangsung cukup lama sejak jembatan rusak akibat derasnya arus sungai. Hingga kini, mereka masih berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar jembatan tersebut segera diperbaiki.
Selain menyulitkan akses pendidikan, putusnya jembatan juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Distribusi hasil pertanian serta kebutuhan sehari-hari menjadi terhambat.
Kisah ini menjadi gambaran nyata perjuangan di pelosok negeri, di mana keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan besar. Warga dan para pelajar kini hanya bisa berharap, agar akses penghubung segera dibangun kembali demi masa depan yang lebih baik.
