Surabaya, 28 Maret 2026 – Kenaikan harga cabai di sejumlah daerah di Indonesia memicu reaksi luas dari masyarakat. Dalam sepekan terakhir, harga cabai rawit dilaporkan naik drastis hingga dua kali lipat di beberapa pasar tradisional.
Kondisi ini langsung menjadi viral di media sosial. Warganet ramai-ramai membagikan tips alternatif untuk tetap menikmati makanan pedas tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Mulai dari penggunaan sambal instan, cabai kering, hingga kreasi “sambal ekonomis” berbahan dasar tomat dan bawang.
Seorang pedagang di Surabaya mengungkapkan bahwa pasokan cabai berkurang akibat cuaca yang tidak menentu. “Banyak petani gagal panen, jadi stok terbatas,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah ibu rumah tangga mengaku harus mengatur ulang anggaran dapur. “Sekarang beli cabai sedikit saja, sisanya pakai alternatif,” kata seorang warga.
Pemerintah daerah menyatakan sedang berupaya menstabilkan harga dengan operasi pasar dan distribusi tambahan dari daerah lain. Namun, masyarakat diminta bersabar karena proses distribusi membutuhkan waktu.
Fenomena ini bukan hanya soal harga, tetapi juga kreativitas masyarakat dalam menghadapi kondisi ekonomi. Tak heran jika topik ini terus menjadi viral dan diperbincangkan di berbagai platform digital.

