Jakarta, 28 Maret 2026 – Wacana sistem kerja empat hari dalam seminggu kembali menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Sejumlah perusahaan rintisan (startup) hingga perusahaan teknologi mulai menguji coba skema ini untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan karyawan.
Tren ini mulai ramai setelah beberapa karyawan membagikan pengalaman mereka di media sosial. Banyak yang mengaku lebih fokus bekerja dan memiliki keseimbangan hidup yang lebih baik. “Kerjaan tetap selesai, tapi kami punya waktu lebih untuk keluarga,” tulis salah satu pengguna yang viral di platform X.
Pakar ketenagakerjaan menilai, sistem ini bisa berhasil jika perusahaan menerapkan target kerja yang jelas. Namun, tidak semua sektor dinilai cocok, terutama industri yang bergantung pada operasional harian seperti manufaktur dan layanan publik.
Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan menyebut pihaknya masih mengkaji kemungkinan regulasi fleksibilitas kerja. Pemerintah menegaskan bahwa perubahan sistem kerja harus tetap mengutamakan perlindungan tenaga kerja.
Perdebatan pun terus berkembang. Sebagian mendukung karena dinilai modern dan humanis, sementara lainnya khawatir akan berdampak pada target bisnis.
Fenomena ini diprediksi akan terus menjadi topik viral dalam beberapa bulan ke depan, seiring semakin banyak perusahaan yang mencoba model kerja baru.

