PUSATBERITA – Ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz kembali membuat jalur pelayaran ini disebut sebagai “zona horor” bagi kapal tanker minyak. Banyak perusahaan pelayaran kini meningkatkan kewaspadaan setelah sejumlah insiden serangan dan gangguan keamanan terjadi di perairan strategis tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Diperkirakan sekitar seperlima pasokan minyak global melewati perairan sempit ini setiap harinya. Karena itu, setiap gangguan keamanan di wilayah tersebut langsung berdampak besar pada perdagangan energi internasional.
Dalam beberapa waktu terakhir, meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat membuat aktivitas kapal tanker di kawasan itu semakin berisiko. Beberapa kapal dilaporkan mengalami serangan atau gangguan saat melintas, sehingga perusahaan pelayaran mulai mempertimbangkan jalur alternatif.
Baca Juga.
Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus Rp190 Triliun, Anggaran Militer Terus Membengkak
Situasi ini membuat biaya asuransi kapal tanker melonjak tajam. Banyak operator kapal juga memperketat protokol keamanan, termasuk memperkuat komunikasi dengan angkatan laut negara-negara yang berpatroli di sekitar kawasan Teluk.
Para analis energi memperingatkan bahwa jika ketegangan terus meningkat dan jalur Selat Hormuz terganggu, dampaknya bisa terasa di seluruh dunia. Pasokan minyak berpotensi terganggu, sementara harga energi global dapat melonjak drastis.
Meski demikian, pelayaran internasional masih terus berlangsung karena jalur ini hampir tidak memiliki alternatif yang mampu menampung volume perdagangan minyak sebesar Selat Hormuz. Hal inilah yang membuat kawasan tersebut tetap menjadi jalur vital sekaligus titik paling rawan dalam perdagangan energi dunia. 🌍⛽🚢
