PUSATBERITA – Menjelang musim mudik dan libur panjang, banyak pemilik mobil listrik memilih meninggalkan kendaraannya di rumah dalam waktu cukup lama. Namun para ahli otomotif mengingatkan bahwa mobil listrik tidak boleh ditinggal begitu saja tanpa memperhatikan kondisi baterainya, terutama State of Charge (SOC) atau tingkat daya baterai.
SOC merupakan indikator yang menunjukkan seberapa banyak energi yang tersimpan di dalam baterai mobil listrik. Jika kendaraan ditinggal terlalu lama dengan kondisi baterai terlalu penuh atau justru terlalu kosong, hal tersebut berpotensi memengaruhi kesehata
n baterai dalam jangka panjang.
Para pakar menyarankan agar sebelum meninggalkan mobil listrik untuk mudik, pemilik kendaraan memastikan level baterai berada di kisaran 40–60 persen. Kondisi ini dianggap paling stabil untuk menjaga performa sel baterai selama kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama.
Baca Juga.
Detik-detik Jet Tempur YAK-130 Iran Ditembak Jatuh Israel
Selain itu, mobil listrik sebaiknya diparkir di tempat yang teduh dan tidak terkena panas matahari secara langsung. Suhu lingkungan yang terlalu tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas baterai. Pemilik kendaraan juga dianjurkan mematikan fitur-fitur yang mengonsumsi daya seperti koneksi internet kendaraan atau mode standby tertentu.
Dengan perawatan sederhana tersebut, mobil listrik dapat tetap dalam kondisi prima meski ditinggalkan selama masa mudik. Perhatian kecil terhadap SOC baterai tidak hanya menjaga keamanan kendaraan, tetapi juga membantu memperpanjang usia pakai baterai yang merupakan komponen paling penting dan mahal pada mobil listrik. ⚡🚗
