Yogyakarta, 3 Maret 2026 – Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Alun-Alun Selatan Yogyakarta pada Selasa malam dalam gelaran Festival Lampion Ramah Lingkungan yang menjadi perbincangan luas di media sosial.
Acara yang digagas oleh komunitas kreatif lokal ini menghadirkan lebih dari 5.000 lampion berbahan kertas daur ulang dan rangka bambu. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seluruh lampion menggunakan lampu LED hemat energi dan tidak diterbangkan ke udara, melainkan dipasang pada instalasi seni berbentuk lorong cahaya.
Koordinator acara, Raka Prasetyo, menjelaskan bahwa konsep ini dibuat untuk menjaga keselamatan penerbangan serta mencegah potensi kebakaran. “Kami ingin tetap mempertahankan tradisi lampion, tapi dengan pendekatan yang lebih aman dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain pertunjukan cahaya, festival ini juga diramaikan penampilan musik akustik, bazar UMKM, serta stan edukasi pengelolaan sampah. Tagar #LampionHijauJogja sempat masuk daftar trending di platform X dan Instagram.
Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi inisiatif tersebut dan berencana menjadikannya agenda tahunan. Dampaknya pun terasa bagi pelaku usaha sekitar, terutama pedagang kuliner yang mengaku omzet meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

