PUSATBERITA – Industri otomotif nasional menunjukkan taringnya. Sejumlah pabrik di Indonesia diklaim mampu memproduksi hingga 400 ribu unit kendaraan niaga jenis pick up per tahun, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan program Koperasi Desa (Kopdes) tanpa harus bergantung pada impor.
Kapasitas produksi tersebut ditopang oleh fasilitas manufaktur milik berbagai perusahaan otomotif besar yang telah lama beroperasi di Tanah Air, seperti Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Daihatsu Motor Co., Ltd., hingga Mitsubishi Motors. Selain memenuhi pasar domestik, sebagian produksi bahkan selama ini diekspor ke berbagai negara.
Baca Juga.
Wanita Viral Tak Bayar Makan Akhirnya Diamankan, Warga Sempat Resah
Pemerintah menilai, dengan kemampuan produksi sebesar itu, kebutuhan kendaraan operasional untuk mendukung distribusi hasil pertanian, perikanan, dan UMKM desa dapat dipenuhi dari dalam negeri. Hal ini sekaligus memperkuat industri nasional dan menjaga devisa negara agar tidak keluar untuk impor kendaraan.
Pick up dinilai menjadi kendaraan yang paling sesuai untuk mendukung aktivitas ekonomi desa karena fleksibel, tangguh di berbagai medan, serta memiliki daya angkut memadai. Dengan suplai lokal yang memadai, program Kopdes diharapkan berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
Selain mendorong kemandirian industri, langkah ini juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja lebih luas di sektor manufaktur dan rantai pasoknya. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat industri otomotif nasional agar semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun global.
