Sumatra Utara, 13 Desember 2025 — Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melanjutkan upaya bantuan darurat bagi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra Utara. Hingga Jumat sore, BNPB telah mengirimkan sekitar 6.988 kilogram bantuan melalui udara dan jalur darat untuk menjangkau desa-desa yang masih terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Pendistribusian bantuan udara dilakukan menggunakan helikopter untuk mencapai titik-titik yang belum bisa dijangkau kendaraan darat, termasuk wilayah Hajoran Parmonangan dan Labu Tua di Kabupaten Tapanuli Selatan. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, susu, dan barang esensial lain untuk memenuhi kebutuhan hidup para pengungsi dan warga terdampak.
Sementara itu, jalur darat turut dimanfaatkan untuk mengirimkan volume bantuan yang lebih besar, sekitar 5.710 kilogram, ke daerah-daerah di Humbang Hasundutan dan Tapanuli Tengah. Kiriman darat ini berisi makanan, biskuit, serta item kesehatan dan kebersihan seperti vitamin, masker, dan popok bayi, yang dianggap krusial untuk mendukung kondisi kesehatan masyarakat di masa tanggap darurat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperluas cakupan distribusi bantuan ke semua wilayah terdampak tanpa terkecuali. Selain bantuan pokok, BNPB juga mengupayakan pengiriman generator listrik dan drum bahan bakar ke satuan tugas di lapangan, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi oleh TNI dan petugas lain di lokasi bencana.
Upaya ini merupakan bagian dari respons berkelanjutan terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang telah melanda Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025, yang menimbulkan kerusakan luas dan membuat banyak wilayah tetap terputus aksesnya. Pemerintah terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan demi memastikan bantuan sampai tepat waktu serta membantu percepatan pemulihan masyarakat.

