PUSATBERITA – Bagi banyak orang, tidur lagi setelah sahur terasa seperti solusi paling nyaman agar tubuh tetap segar menjalani puasa. Namun kebiasaan ini ternyata bisa berdampak kurang baik bagi sistem pencernaan jika dilakukan terlalu sering.
Saat selesai makan sahur, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dengan baik. Jika langsung tidur, posisi tubuh yang berbaring dapat membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, sehingga memicu rasa tidak nyaman seperti perih di dada, mual, atau begah.
Selain itu, tidur setelah makan juga dapat memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, perut terasa penuh lebih lama, kembung, bahkan bisa memicu gangguan lambung bagi orang yang sensitif.
Baca Juga.
Trump Tiba-tiba Pukul RI, Sejumlah Produk Indonesia Kena Tarif Impor hingga 104%
Tak hanya itu, kebiasaan ini juga berpotensi membuat tubuh terasa lemas saat bangun, karena proses metabolisme tidak berjalan optimal. Dalam jangka panjang, pola ini bisa memengaruhi kualitas puasa dan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.
Para ahli menyarankan agar setelah sahur memberi jeda sekitar 30–60 menit sebelum tidur kembali. Gunakan waktu tersebut untuk duduk santai, berjalan ringan, atau beribadah agar makanan mulai dicerna dengan baik.
Kesimpulannya, tidur setelah sahur memang menggoda, tapi sebaiknya dilakukan dengan bijak. Menjaga jarak waktu antara makan dan tidur bisa membantu pencernaan lebih sehat dan puasa lebih nyaman.
