Medan – Sebanyak 14 kabupaten di Sumatera Utara dilaporkan diselimuti kabut asap dalam beberapa hari terakhir. Fenomena tersebut menyebabkan kualitas udara menurun dan jarak pandang di sejumlah wilayah menyusut drastis hingga hanya sekitar 500 meter.
Kabut asap mulai terasa sejak pagi hingga siang hari, mengganggu aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Pengendara diminta lebih berhati-hati karena kondisi jalan menjadi kurang jelas akibat terbatasnya jarak pandang.
Beberapa daerah yang terdampak melaporkan langit tampak kelabu dengan aroma asap yang cukup menyengat. Kondisi ini diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah, ditambah cuaca kering yang membuat asap mudah menyebar ke berbagai daerah.
Masyarakat mulai mengeluhkan kualitas udara yang memburuk. Sejumlah warga memilih menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Selain berdampak pada kesehatan, kabut asap juga memengaruhi aktivitas transportasi. Pengendara roda dua maupun roda empat diminta menyalakan lampu utama pada siang hari agar lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya. Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi udara dan potensi titik api. Upaya penanganan dilakukan melalui patroli lapangan serta koordinasi lintas instansi guna mencegah meluasnya kebakaran.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja karena dapat memperparah kondisi kabut asap. Selain itu, warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran di sekitar lingkungan mereka agar dapat segera ditangani oleh petugas.
Hingga saat ini, kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara masih terus dipantau. Warga diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan selalu menjaga kesehatan selama kualitas udara belum kembali normal.
