PUSATBERITA – Presiden terpilih sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menyoroti posisi strategis Indonesia dalam jalur perdagangan dan energi global. Ia menegaskan bahwa sekitar 70 persen kebutuhan energi serta arus perdagangan menuju Asia Timur melewati perairan Indonesia, menjadikan wilayah laut nasional sebagai salah satu jalur paling vital di dunia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membahas pentingnya stabilitas keamanan kawasan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk situasi di kawasan Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dunia.
Menurut Prabowo, dinamika konflik di kawasan Timur Tengah memiliki dampak langsung terhadap rantai pasok energi dunia, termasuk negara-negara di Asia. Namun, ia menekankan bahwa jalur pelayaran melalui laut Indonesia tetap memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi dan perdagangan internasional.
Baca Juga.
Sidak MBG di Probolinggo, Satgas Temukan Porsi di Bawah Standar Gizi dan Menu Tak Sesuai
“Sekitar 70 persen kebutuhan energi dan perdagangan ke Asia Timur melewati laut Indonesia. Ini menunjukkan betapa strategisnya posisi Indonesia dalam percaturan global,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, posisi geografis tersebut menuntut Indonesia untuk terus memperkuat pertahanan maritim dan menjaga stabilitas kawasan perairan nasional agar tetap aman bagi pelayaran internasional.
Pengamat menilai pernyataan Prabowo menegaskan pentingnya peran Indonesia sebagai poros maritim dunia, sekaligus memperlihatkan urgensi penguatan armada laut dan sistem keamanan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Dengan posisi strategis tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memainkan peran lebih penting dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik dan rantai logistik global.
