Jakarta, 6 April 2026 — Tren gaya hidup “quiet luxury” atau kemewahan yang tidak mencolok kini semakin populer di kalangan generasi muda Indonesia. Berbeda dengan tren lama yang identik dengan logo besar dan barang mencolok, gaya ini justru menekankan kualitas, kesederhanaan, dan kesan elegan yang halus.
Fenomena ini ramai di media sosial seperti TikTok dan Instagram, di mana banyak pengguna membagikan outfit sederhana namun bernilai tinggi tanpa menampilkan merek secara terang-terangan.
Pengamat fashion menyebut perubahan ini dipengaruhi oleh pergeseran pola pikir generasi muda yang mulai meninggalkan budaya pamer. Mereka lebih menghargai kualitas bahan, potongan pakaian, serta kenyamanan dibanding sekadar popularitas merek.
Selain itu, faktor ekonomi juga turut berperan. Dengan kondisi harga kebutuhan yang meningkat, banyak anak muda menjadi lebih selektif dalam berbelanja dan memilih investasi jangka panjang dibanding konsumsi impulsif.
Menariknya, tren ini juga mendorong pertumbuhan brand lokal yang menawarkan produk minimalis berkualitas tinggi. Sejumlah UMKM fashion mulai mendapatkan perhatian karena mampu menghadirkan konsep “luxury tanpa ribet” dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Tren quiet luxury diprediksi akan terus berkembang sepanjang 2026, seiring meningkatnya kesadaran akan gaya hidup berkelanjutan dan konsumsi yang lebih bijak.

