PUSATBERITA – Bencana banjir melanda wilayah Grobogan, Jawa Tengah, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Sebanyak 16 desa dilaporkan terendam, dengan total 3.176 keluarga terdampak akibat luapan air yang tak kunjung surut.
Air mulai menggenangi permukiman warga sejak dini hari, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa, memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi lahan pertanian dan akses jalan utama antar desa. Kondisi ini membuat distribusi bantuan dan mobilitas warga menjadi terhambat. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah turut terdampak.
Baca Juga.
UNIFIL Gelar Penghormatan Militer untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama relawan terus melakukan evakuasi serta pendataan korban terdampak. Bantuan logistik mulai disalurkan, termasuk makanan siap saji, air bersih, dan kebutuhan darurat lainnya.
Diduga, banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap serta sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah setempat saat ini terus berupaya mempercepat penanganan, termasuk menyiapkan posko pengungsian dan layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan. Banjir ini menjadi peringatan akan pentingnya mitigasi bencana, terutama di wilayah rawan genangan air.
