Jakarta – Aktivitas digital masyarakat mengalami peningkatan signifikan selama masa libur panjang. Hal ini terlihat dari melonjaknya penggunaan media sosial, transaksi online, hingga layanan perbankan digital dalam beberapa hari terakhir.
Di balik kemudahan tersebut, ancaman kejahatan siber juga ikut meningkat. Sejumlah laporan menyebutkan adanya upaya penipuan melalui link palsu atau phishing yang menyasar pengguna secara acak, terutama melalui pesan singkat dan aplikasi chatting.
Pengamat keamanan digital menilai bahwa momen libur kerap dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Pasalnya, banyak pengguna cenderung lengah saat menerima informasi yang terlihat mendesak, seperti hadiah, promo besar, atau notifikasi akun.
“Modus yang sering digunakan adalah menyamar sebagai layanan resmi, lalu mengarahkan korban untuk mengklik tautan tertentu,” ujar seorang pakar keamanan siber.
Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan keaslian link sebelum mengaksesnya. Selain itu, pengguna juga diminta tidak sembarangan membagikan data pribadi seperti kata sandi, kode OTP, atau informasi perbankan.

