PUSATBERITA – PT Pertamina kembali menjadi sorotan setelah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku memasuki April 2026. Meski belum ada perubahan besar dari awal bulan sebelumnya, perbedaan harga antarwilayah tetap terlihat, terutama untuk BBM non-subsidi.
BBM Subsidi Masih Stabil
Pemerintah memastikan bahwa BBM subsidi masih tidak mengalami kenaikan, di antaranya:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Harga BBM Non-Subsidi (Wilayah Jawa & Sekitarnya)
Untuk wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, harga BBM non-subsidi berada di kisaran:
- Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
- Dexlite: Rp14.200/liter
- Pertamina Dex: Rp14.500/liter
Perbedaan Harga di Wilayah Luar Jawa
Harga BBM di luar Jawa umumnya sedikit lebih tinggi, tergantung distribusi dan pajak daerah:
Sumatera (Riau & Kepulauan Riau):
- Pertamax: Rp12.900
- Pertamax Turbo: Rp13.650
- Dexlite: Rp14.800
- Pertamina Dex: Rp15.100
Indonesia Timur (NTT, Papua, dll):
- Pertamax: Rp12.600
- Pertamax Turbo: Rp13.350
- Dexlite: Rp14.500
- Pertamina Dex: Rp14.800
Dipengaruhi Harga Minyak Dunia
Penyesuaian harga BBM ini tidak lepas dari kondisi global. Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik membuat biaya produksi dan distribusi energi ikut terdorong naik.
Baca Juga.
Benjamin Netanyahu Tegaskan Serangan ke Iran Akan Terus Berlanjut
Namun pemerintah masih berupaya menahan harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat.
📌 Intinya: Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 relatif masih mengacu pada penyesuaian Maret, dengan BBM subsidi tetap stabil, sementara BBM non-subsidi bervariasi tergantung wilayah.
