Surabaya, 26 Februari 2026 – Pemerintah resmi meluncurkan program subsidi pangan berbasis digital yang ditujukan bagi keluarga berpenghasilan rendah. Program ini mulai diuji coba di lima kota besar sebelum diperluas secara nasional pada pertengahan tahun.
Melalui sistem kartu elektronik terintegrasi, penerima bantuan dapat membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur di toko mitra yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Sistem ini diklaim lebih transparan karena setiap transaksi tercatat secara real-time.
Menteri terkait menjelaskan bahwa digitalisasi bantuan sosial dilakukan untuk meminimalisir potensi penyelewengan serta memastikan bantuan tepat sasaran. Data penerima disinkronkan langsung dengan basis data kependudukan nasional.
Sejumlah warga menyambut positif kebijakan ini. Mereka menilai proses pencairan lebih praktis dan tidak lagi memerlukan antrean panjang seperti sebelumnya.
Pengamat kebijakan publik menilai program ini bisa menjadi model baru distribusi bantuan sosial di Indonesia, selama pengawasan dan pembaruan data dilakukan secara berkala.

