PUSATBERITA – Dunia kejahatan internasional mencatat nama dua kartel narkoba legendaris yang dikenal paling diburu sekaligus paling brutal dalam sejarah Amerika Latin. Aksi mereka tak hanya menyelundupkan narkotika lintas negara, tetapi juga memicu gelombang kekerasan dan kerusuhan di Meksiko dan Brasil.
Kartel Sinaloa: Jaringan Global dari Meksiko
Salah satu kartel paling terkenal adalah Kartel Sinaloa. Organisasi ini pernah dipimpin oleh sosok legendaris, Joaquín “El Chapo” Guzmán, yang namanya mendunia karena pelarian dramatis dan jaringan penyelundupan narkoba hingga ke Amerika Serikat dan Eropa.
Baca Juga.
Ratusan Lapangan Padel di Jakarta Belum Kantongi Izin PBG, Pemprov Siap Tertibkan
Kartel Sinaloa dikenal memiliki struktur organisasi rapi, jaringan distribusi luas, serta persenjataan berat. Perebutan wilayah dengan kartel saingan kerap memicu baku tembak, pembunuhan massal, hingga teror terhadap aparat keamanan. Konflik antar kartel inilah yang memperparah tingkat kekerasan di sejumlah kota di Meksiko selama bertahun-tahun.
Primeiro Comando da Capital (PCC): Kekuatan dari Balik Penjara Brasil
Di Brasil, nama Primeiro Comando da Capital atau PCC menjadi momok menakutkan. Kelompok ini lahir di dalam penjara pada awal 1990-an dan berkembang menjadi sindikat kriminal terbesar di Brasil.
PCC tidak hanya mengendalikan peredaran narkoba, tetapi juga terlibat dalam perampokan bersenjata, penyelundupan senjata, hingga serangan terkoordinasi terhadap aparat. Pada beberapa periode, aksi balasan dan kerusuhan yang dipicu kelompok ini membuat situasi keamanan di sejumlah wilayah Brasil memanas.
Dampak Sosial dan Upaya Pemberantasan
Keberadaan dua kartel besar ini meninggalkan jejak panjang kekerasan, korupsi, dan ketidakstabilan sosial. Ribuan korban jiwa berjatuhan akibat perang antar kelompok maupun operasi penegakan hukum.
Pemerintah Meksiko dan Brasil terus menggencarkan operasi besar-besaran untuk memutus rantai distribusi narkoba serta menangkap para pemimpin kartel. Meski sejumlah tokoh penting telah ditangkap atau dipenjara, jaringan mereka kerap beregenerasi dan beradaptasi.
Fenomena ini menjadi gambaran betapa kompleksnya perang melawan narkotika di kawasan Amerika Latin—di mana kekuatan uang, senjata, dan pengaruh sosial saling berkelindan, menciptakan lingkaran kekerasan yang sulit diputus.
