Jakarta, 24 Februari 2026 – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Indonesia mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan menjelang Ramadan serta distribusi yang sempat terhambat akibat cuaca ekstrem di beberapa sentra produksi.
Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, harga cabai rawit merah terpantau menembus Rp85.000 per kilogram, naik sekitar 15 persen dibandingkan pekan lalu. Sementara di beberapa wilayah Sumatra dan Jawa Tengah, harga berkisar antara Rp75.000 hingga Rp90.000 per kilogram, tergantung kualitas dan pasokan.
Pedagang mengaku lonjakan harga terjadi sejak awal pekan ini. Selain faktor cuaca, meningkatnya pembelian oleh pelaku usaha kuliner turut mendorong permintaan pasar.
Pemerintah melalui dinas perdagangan daerah menyatakan telah berkoordinasi dengan distributor dan petani untuk menjaga stabilitas pasokan. Operasi pasar murah juga direncanakan digelar di beberapa kota besar guna menekan lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Pengamat ekonomi pertanian menilai, tren kenaikan harga bahan pangan menjelang hari besar keagamaan merupakan pola tahunan. Namun, ia menekankan pentingnya distribusi yang lancar agar kenaikan tidak berlangsung terlalu lama.
Masyarakat diimbau berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan guna mencegah kelangkaan sementara di tingkat pengecer.

