Lombok Tengah, 12 Februari 2026
Kelompok tani di Lombok Tengah mulai menerapkan sistem irigasi pintar berbasis sensor cuaca untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim yang tidak menentu.
Teknologi ini memanfaatkan sensor kelembapan tanah dan data prakiraan cuaca untuk mengatur volume air secara otomatis. Dengan sistem tersebut, penggunaan air dapat dihemat hingga 30 persen dibanding metode konvensional.
Ketua kelompok tani setempat menjelaskan bahwa inovasi ini diperkenalkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan komunitas teknologi lokal. Hasil uji coba selama tiga bulan menunjukkan peningkatan hasil panen padi dan cabai secara signifikan.
Dinas Pertanian daerah menyatakan akan memperluas penerapan sistem ini ke beberapa kecamatan lain apabila hasil panen musim ini tetap stabil. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan biaya produksi petani.

