PUSATBERITA – Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa sekolah dasar ditemukan meninggal dunia di rumahnya, diduga akibat tekanan psikologis yang dialami korban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian, korban sempat mengeluhkan kepada keluarga bahwa ia belum memiliki buku dan pulpen untuk keperluan sekolah. Kondisi tersebut diduga memicu beban mental pada korban, meski pihak berwenang menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Peristiwa ini sontak mengundang duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Aparat kepolisian bersama tenaga kesehatan telah melakukan penanganan awal serta pendalaman dengan melibatkan keluarga dan pihak terkait.
Pemerintah daerah setempat menyatakan keprihatinan atas kejadian ini dan menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak, khususnya di lingkungan keluarga dan sekolah. Dinas terkait juga menyatakan akan melakukan pendampingan psikologis bagi keluarga korban serta evaluasi dukungan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga.
Soroti VMS, DPR Desak KKP Perkuat Bantuan untuk Nelayan Kecil
Pengamat pendidikan menilai tragedi ini menjadi peringatan serius bahwa tekanan psikologis pada anak dapat muncul dari hal-hal yang tampak sederhana, namun berdampak besar bila tidak tertangani. Dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan kepekaan lingkungan sekitar dinilai sangat penting.
Pihak sekolah dan pemerintah daerah diharapkan memperkuat mekanisme bantuan pendidikan, memastikan tidak ada anak yang merasa tertinggal atau terbebani karena keterbatasan ekonomi.
Catatan penting: Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan psikologis atau tanda-tanda keputusasaan, segera cari bantuan. Di Indonesia, layanan dukungan kesehatan jiwa dapat diakses melalui Hotline Kemenkes 119 ext. 8 atau fasilitas kesehatan terdekat.
