Jakarta, 3 Februari 2026 – Pemerintah Indonesia mempercepat langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di awal tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada peningkatan produksi dalam negeri, stabilisasi harga bahan pokok, serta penguatan distribusi pangan hingga ke daerah terpencil.
Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai kementerian terkait meningkatkan koordinasi untuk memastikan pasokan beras, jagung, dan komoditas strategis lainnya tetap aman menghadapi dinamika cuaca dan tantangan global. Optimalisasi lahan pertanian, pemanfaatan teknologi modern, serta pendampingan petani menjadi bagian penting dari strategi yang dijalankan.
Selain sektor produksi, pemerintah juga memperkuat sistem logistik dan cadangan pangan. Gudang penyimpanan di sejumlah wilayah diperbaiki dan dimodernisasi agar mampu menjaga kualitas hasil panen lebih lama. Langkah ini diharapkan dapat menekan potensi lonjakan harga yang kerap terjadi pada awal tahun.
Di sisi lain, upaya perlindungan terhadap petani dan konsumen terus diperluas. Program subsidi input pertanian, bantuan alat produksi, serta pengawasan harga di pasar tradisional dan modern digencarkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan daya beli masyarakat.
Pengamat ekonomi menilai kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional pada 2026. Dengan pengelolaan yang konsisten dan berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

