PUSATBERITA – Perdana Menteri Kroasia menegaskan negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pemerintah Kroasia memilih menunggu dan menyelaraskan langkah dengan sikap resmi Uni Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan PM Kroasia di tengah meningkatnya dinamika politik global dan wacana pembentukan forum-forum perdamaian alternatif di luar mekanisme internasional yang sudah ada. Kroasia menilai, setiap langkah strategis di bidang geopolitik harus tetap berada dalam koridor kebijakan bersama Uni Eropa.
“Kroasia adalah bagian dari Uni Eropa. Kebijakan luar negeri kami harus sejalan dengan keputusan dan nilai-nilai bersama,” tegas PM Kroasia dalam keterangannya.
Baca Juga.
Gempa M 4,3 Guncang Tahuna–Kepulauan Sangihe, Warga Sempat Panik
Sikap ini dipandang sebagai sinyal kehati-hatian Zagreb dalam menyikapi inisiatif politik yang digagas tokoh non-pemerintahan aktif, meski memiliki pengaruh global. Kroasia menilai stabilitas kawasan dan legitimasi internasional lebih terjamin jika langkah perdamaian ditempuh melalui jalur multilateral resmi.
Pengamat hubungan internasional menilai keputusan Kroasia mencerminkan konsistensi negara-negara Uni Eropa dalam menjaga soliditas politik luar negeri, sekaligus menghindari langkah sepihak yang berpotensi menimbulkan gesekan diplomatik.
Penegasan PM Kroasia ini juga menunjukkan bahwa Uni Eropa masih menjadi rujukan utama bagi negara anggotanya dalam menentukan arah kebijakan strategis, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global
