Foto: Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), saat bertemu Trump di Ruang Oval Gedung Putih pada Selasa (18/11) (Reuters)
PUSATBERITA – Arab Saudi menegaskan sikap tegasnya dengan tidak akan mengizinkan wilayah darat maupun udara negaranya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sikap tersebut disampaikan MBS dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam komunikasi itu, Arab Saudi menekankan komitmennya untuk menghormati kedaulatan Iran serta menolak keras penggunaan wilayahnya untuk kepentingan militer terhadap negara mana pun.
Pernyataan ini muncul di saat situasi kawasan memanas menyusul pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat di sekitar Iran. Namun Arab Saudi menegaskan tidak ingin terlibat dalam eskalasi konflik yang berpotensi memperburuk stabilitas regional.
Baca Juga.
Jackie Chan Hebohkan Panggung Fashion di Milan, Aksi Legenda Layar Lebar Curi Perhatian
Langkah Riyadh ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Arab Saudi berupaya memainkan peran penyeimbang di Timur Tengah, dengan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog, bukan konfrontasi militer.
Pengamat hubungan internasional menilai sikap Arab Saudi dapat meredam potensi meluasnya konflik, sekaligus menunjukkan perubahan pendekatan Riyadh yang kini lebih berhati-hati dalam dinamika geopolitik kawasan.
Penegasan Arab Saudi tersebut juga menjadi pesan penting bagi kekuatan global bahwa stabilitas Timur Tengah tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan militer jangka pendek.
