Kudus – Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus memaksa warga mencari cara alternatif untuk tetap beraktivitas. Salah satu solusi yang muncul dari inisiatif masyarakat adalah pemanfaatan rakit sederhana sebagai sarana transportasi darurat.
Genangan air yang cukup tinggi membuat akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini mendorong warga memanfaatkan rakit yang dirakit dari bahan seadanya, seperti bambu, drum plastik, dan papan kayu, untuk menyeberangi kawasan terdampak.
Rakit tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari mengangkut warga, mengirim bahan makanan, hingga membantu anak-anak dan lansia keluar dari area banjir. Meski sederhana, rakit dinilai cukup efektif dan aman selama digunakan dengan hati-hati.
Sejumlah warga mengaku penggunaan rakit sangat membantu, terutama bagi mereka yang harus tetap bekerja atau berbelanja kebutuhan pokok. Tanpa alat tersebut, mobilitas warga hampir sepenuhnya terhenti karena tingginya debit air.
Selain inisiatif warga, petugas gabungan juga terus melakukan pemantauan dan membantu proses evakuasi di titik-titik rawan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga berharap banjir segera surut agar aktivitas bisa kembali normal. Namun hingga kondisi membaik, rakit darurat ini menjadi simbol ketangguhan dan kreativitas masyarakat Kudus dalam menghadapi bencana.

