AS dan Iran mengalami dua kali kekalahan berturut-turut di Iran. (Foto. Pusatberita.info)
PUSATBERITA – Pernyataan mengejutkan muncul dari pejabat Iran yang menilai Amerika Serikat (AS) dan Israel mengalami dua kekalahan beruntun dalam konfrontasi dengan Republik Islam Iran. Klaim ini dipicu oleh perkembangan dalam konflik selama beberapa bulan terakhir yang menempatkan pihak yang didukung AS dan Israel dalam situasi sulit.
Kekalahan pertama menurut pihak Tehran terjadi saat konflik bersenjata selama 12 hari pada Juni 2025, ketika pasukan Iran berhasil menghadapi serangan Israel yang didukung Amerika Serikat dan kemudian memaksa AS meminta gencatan senjata. Sejumlah pejabat Iran mengklaim bahwa Israel gagal mencapai tujuan strategisnya dan justru menderita kerugian signifikan, sehingga AS bertindak sebagai mediator untuk meredakan konflik.
Baca Juga.
Kena OTT KPK, Wali Kota Madiun: Saya Tak Lelah Bangun Kota Madiun
Kekalahan kedua dikaitkan dengan operasi yang dilancarkan oleh kelompok yang didukung Iran di dalam wilayah Iran sendiri, di mana pasukan keamanan Iran dilaporkan dengan cepat menangkap pemimpin kelompok tersebut meskipun serangan itu disokong oleh AS dan Israel dalam gambaran propaganda Tehran. Pernyataan dari Ketua Parlemen Iran bahkan mendesak negara-negara Muslim dan regional untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap “serangan Zionis dan dukungan asingnya”.
Namun, pengamat internasional mengingatkan bahwa narasi kekalahan ini berasal dari sumber pemerintah Iran dan dipandang sebagai bagian dari perang informasi yang sengit di kawasan. Sementara itu, konflik yang lebih luas antara Iran dan AS serta sekutunya terus mendapat perhatian global, termasuk potensi risiko keamanan nuklir dan ketegangan diplomatik yang makin meningkat.
Pihak AS dan Israel sendiri belum secara langsung mengakui “dua kekalahan” tersebut, tetapi hubungan antara Washington, Tel Aviv, dan Tehran tetap tegang dengan berbagai dinamika politik dan militer yang terus berkembang.
