Jakarta, 16 Januari 2026 — Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa lebih dari 27.000 warganya telah dipulangkan dari berbagai situasi krisis dan darurat di luar negeri sepanjang tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, pada jumpa pers tahunan di Jakarta.
Menurut Sugiono, total 27.768 warga negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari berbagai konflik bersenjata, bencana, dan situasi berisiko tinggi di berbagai negara. Evakuasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi dan menempatkan keselamatan warganya sebagai prioritas utama diplomasi.
“Sepanjang tahun 2025, kita telah membawa pulang banyak warga Indonesia yang mengalami ancaman atau situasi berbahaya di luar negeri,” ujar Sugiono. Ia menekankan bahwa kerja sama antara Kementerian Luar Negeri dengan perwakilan Indonesia di luar negeri, serta koordinasi dengan otoritas negara setempat, telah menjadi faktor kunci keberhasilan operasi tersebut.
Evakuasi tersebut mencakup WNI yang terdampak konflik bersenjata, situasi keamanan tidak stabil, hingga kasus kejahatan lintas negara seperti penipuan dan perjudian ilegal yang menempatkan warga dalam risiko hukum atau keselamatan. Sugiono menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat jaringan perlindungan WNI di luar negeri dan siap merespon cepat jika ada kebutuhan mendesak.
Pernyataan ini muncul di tengah fokus pemerintah yang terus mengedepankan perlindungan warga negara sebagai bagian dari kebijakan luar negeri yang pro-rakyat dan humanis, sekaligus meningkatkan kapabilitas diplomasi Indonesia di kancah internasional.

