Warga Iran menghadiri pemakaman aparat keamanan yang meninggal dalam demo Iran, terkait anjloknya nilai mata uang, di Teheran pada Rabu (14/1/2026).(WANA/MAJID ASGARIPOUR via REUTERS/PUSATBERITA)
PUSATBERITA – Gelombang protes besar yang mengguncang Iran sejak akhir Desember 2025 kini menjadi salah satu krisis politik dan kemanusiaan terbesar di Timur Tengah — dengan potensi dampak global yang sulit diabaikan.
Aksi massa yang bermula dari kemarahan terhadap situasi ekonomi segera berubah menjadi tantangan langsung terhadap struktur kekuasaan Iran, memicu respons keras dari pemerintah dan kekhawatiran di luar negeri.
1. Unjuk Rasa Berkobar dan Bentrokan Mematikan
Unjuk rasa yang dipicu oleh inflasi tinggi, merosotnya nilai mata uang, dan tekanan ekonomi telah meletus di seluruh 31 provinsi Iran, menewaskan ribuan pendemo dan memicu gelombang penangkapan besar-besaran. Laporan kelompok HAM menyebutkan sedikitnya lebih dari 2.500 orang tewas, sementara pemerintah menyatakan angka di bawahnya.
Ini menjadi tantangan legitimasi terbesar bagi rezim yang berkuasa sejak 1979, dan mendorong beberapa pihak untuk menyerukan perubahan politik yang luas.
2. Ketegangan Internasional Mencuat
Krisis dalam negeri Iran telah menarik perhatian dunia. Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungan terhadap para demonstran dan menegaskan kemungkinan tindakan keras terhadap Tehran jika pemerintah terus menumpas pendemo secara brutal — termasuk ancaman tarif terhadap negara yang masih berdagang dengan Iran.
Respons ini telah menimbulkan ketegangan baru antara Iran dan Barat, dengan potensi menjalar ke konflik yang lebih luas di kawasan.
3. Efek pada Pasar Energi dan Ekonomi Dunia
Krisis Iran — salah satu produsen minyak utama — telah memicu fluktuasi tajam di pasar energi global. Harga minyak melonjak saat investor khawatir konflik dan gangguan produksi di kawasan Timur Tengah dapat mempersempit pasokan dunia.
Ketidakstabilan ini juga berdampak pada negara-negara yang bergantung pada ekspor minyak, serta mengancam pemulihan ekonomi global yang rapuh pasca-pandemi dan konflik lainnya.
4. Reaksi Negara Besar & Diplomasi Global
Negara seperti Cina telah menyerukan agar stabilitas di Iran segera dipulihkan dan menolak campur tangan dari aktor luar, mencerminkan betapa sensitifnya situasi ini di arena geopolitik internasional.
Sementara itu, pertemuan internasional dan diplomasi intensif tengah berlangsung untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik berskala lebih luas.
5. Ancaman Konsekuensi Politik yang Lebih Besar
Analis mengatakan bahwa jika krisis ini terus meluas — termasuk kemungkinan perpecahan dalam militer atau elit penguasa — perubahan rezim atau konflik berkepanjangan bisa menjadi realitas baru di Iran. Hal ini akan mengubah peta kekuatan di Timur Tengah dan berpengaruh pada aliansi, kebijakan energi, dan keamanan global.
Baca Juga.
Polisi Ungkap Identitas Mahasiswi Tewas di Teras Kos Depok, Ternyata Kuliah di Unas
