Ilustrasi Greenland, pemandangan Greenland. (PEXELS/PUSATBERITA)
PUSATBERITA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan pernyataannya soal Greenland. Trump menyebut sistem pertahanan Greenland masih sangat tertinggal, bahkan diibaratkan seperti “kereta anjing”, dan menilai wilayah strategis itu perlu segera masuk dalam kesepakatan keamanan yang lebih kuat dengan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa posisi Greenland sangat krusial dalam peta geopolitik global, terutama di tengah meningkatnya pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik. Menurutnya, lemahnya pertahanan Greenland dapat membuka celah bagi rival global AS untuk memperluas pengaruh militer maupun ekonomi.
“Greenland itu penting secara strategis. Jika pertahanannya lemah, Rusia dan China akan masuk lebih jauh,” ujar Trump dalam sebuah wawancara.
Baca Juga.
Prospek Saham 2026: Sejumlah Emiten Diprediksi Bisa Melejit Lebih dari 40%
Trump kembali menyinggung gagasan kerja sama — bahkan kepemilikan — Greenland oleh AS, yang sempat ia lontarkan saat masih menjabat presiden. Ia beralasan, kesepakatan tersebut akan memperkuat keamanan kawasan Arktik sekaligus melindungi kepentingan Barat dari ekspansi kekuatan global pesaing.
Pernyataan Trump menuai beragam reaksi. Sejumlah pengamat menilai komentarnya berlebihan dan berpotensi memicu ketegangan diplomatik, khususnya dengan Denmark yang secara administratif menaungi Greenland. Namun, ada pula analis yang menilai pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran nyata AS terhadap meningkatnya aktivitas militer Rusia dan investasi China di kawasan utara.
Greenland selama ini memang menjadi titik strategis penting karena letaknya yang dekat dengan jalur pelayaran Arktik dan sistem pertahanan rudal Amerika. Dengan mencairnya es akibat perubahan iklim, kawasan ini semakin diperebutkan oleh kekuatan besar dunia.
Pernyataan Trump kembali menegaskan bahwa isu Greenland bukan sekadar wacana lama, melainkan bagian dari persaingan geopolitik global yang kian memanas.
