104 KK korban banjir bandang Kabupaten Lebak masih tinggal di huntara Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Minggu (11/1/2026).(PUSATBERITA/ACEP NAZMUDIN)
PUSATBERITA – Enam tahun berlalu sejak banjir bandang menerjang Kabupaten Lebak, Banten, namun sejumlah korban hingga kini masih bertahan hidup di hunian sementara (huntara). Padahal, di awal bencana mereka dijanjikan hanya akan tinggal selama enam bulan sebelum dipindahkan ke hunian tetap.
Deretan bangunan huntara yang seharusnya bersifat sementara kini menjadi saksi waktu yang terus berjalan tanpa kepastian. Dinding mulai lapuk, atap bocor, dan fasilitas seadanya menjadi bagian dari keseharian para penyintas.
“Saat itu katanya cuma enam bulan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar salah satu warga korban banjir bandang. Ia mengaku pasrah, namun tetap berharap adanya perhatian serius dari pemerintah.
Selain kondisi bangunan yang memprihatinkan, keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan fasilitas pendidikan turut menjadi beban tambahan bagi warga. Anak-anak tumbuh besar di lingkungan yang tidak dirancang untuk jangka panjang.
Baca Juga.
Depan RSCM Dipadati Pedagang dan Parkir Liar, Padahal Ada Spanduk Larangan
Pemerintah daerah disebut telah beberapa kali menyampaikan rencana pembangunan hunian tetap. Namun, berbagai kendala mulai dari lahan hingga anggaran membuat realisasi terus tertunda.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar soal komitmen pemulihan pascabencana. Warga berharap janji yang sempat disampaikan tidak sekadar menjadi catatan lama, melainkan segera diwujudkan demi kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
