Para pedagang kaki lima dan sopir bajaj menggunakan sisi kiri Jalan Diponegoro di area depan Gedung Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mangkal dan disebut menjadi biang kerok kemacetan, Minggu (11/1/2026)(PUSATBERITA/Ridho Danu Prasetyo)
PUSATBERITA – Kawasan depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, kembali dipadati pedagang kaki lima dan parkir liar. Kondisi ini memicu kemacetan serta keluhan dari pengunjung rumah sakit, meski di lokasi terpampang jelas spanduk larangan berjualan dan parkir.
Pantauan di lapangan menunjukkan trotoar dan badan jalan di sekitar RSCM digunakan untuk lapak dagangan hingga parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Aktivitas tersebut membuat akses pejalan kaki terganggu, bahkan menyulitkan ambulans dan kendaraan darurat yang keluar-masuk area rumah sakit.
Sejumlah pengunjung mengaku keberadaan pedagang dan parkir liar ini sudah berlangsung cukup lama. “Setiap hari selalu ramai, padahal sudah jelas ada larangan. Kalau bawa pasien darurat jadi terhambat,” ujar salah satu keluarga pasien.
Baca Juga.
3 Kota dengan Wilayah Paling Luas di Jawa Tengah, Nomor Satu Bikin Kaget
Spanduk larangan yang terpasang di beberapa titik tampak tak diindahkan. Minimnya pengawasan dan penindakan diduga menjadi penyebab aktivitas ilegal ini terus berulang.
Warga berharap aparat terkait, mulai dari Satpol PP hingga pihak kepolisian, dapat bertindak tegas dan berkelanjutan. Penertiban dinilai penting demi menjaga ketertiban umum serta kelancaran pelayanan kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan nasional tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait rencana penertiban lanjutan di kawasan depan RSCM.
