Foto: Donald Trump (AFP/MANDEL NGAN)
PUSATBERITA – Berita (Fiktif / Skenario Geopolitik):
Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka merayakan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, menyebutnya sebagai “kemenangan besar bagi demokrasi dan keamanan kawasan.” Pernyataan itu disampaikan Trump di hadapan pendukungnya, hanya beberapa jam setelah laporan pengerahan besar-besaran militer AS ke wilayah udara Venezuela mencuat.
Sumber keamanan menyebut Amerika Serikat mengerahkan pasukan khusus dan sedikitnya 152 pesawat militer, termasuk pesawat tempur dan pengangkut strategis, dalam operasi yang diklaim bertujuan “menjaga stabilitas pasca-penangkapan Maduro.” Langkah tersebut langsung memicu ketegangan internasional.
“Ini adalah akhir dari rezim yang menindas rakyatnya,” ujar Trump dalam pidato singkatnya. Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Venezuela jatuh ke dalam kekacauan atau berada di bawah pengaruh kekuatan asing.
Namun, langkah Washington menuai kecaman keras dari sejumlah negara. Rusia dan China memperingatkan bahwa pengerahan militer skala besar dapat memicu konflik terbuka dan melanggar kedaulatan Venezuela. Moskow bahkan menyebut situasi ini sebagai “eskalasi berbahaya yang bisa memicu krisis global.”
Di dalam negeri Venezuela, situasi dilaporkan semakin tidak terkendali. Bandara, pelabuhan, dan gedung pemerintahan dijaga ketat, sementara warga sipil dilanda ketakutan akan kemungkinan bentrokan bersenjata. Kelompok oposisi menyambut kejatuhan Maduro, namun menolak kehadiran militer asing.
Pengamat menilai pengerahan 152 pesawat militer merupakan sinyal bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah ekstrem jika situasi memburuk. Dunia kini menahan napas, menunggu apakah Venezuela akan memasuki babak transisi politik… atau justru menjadi titik api konflik internasional berikutnya.
