Medan / Jakarta, 05 Januari 2026 — Dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra terus menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa total korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di beberapa provinsi pulau ini telah mencapai 1.177 orang hingga 4 Januari 2026.
BNPB menyatakan bahwa peningkatan jumlah korban terjadi setelah tim di lapangan memverifikasi data terbaru dari daerah-daerah terdampak. Sebaran korban jiwa tambahan dilaporkan berasal dari beberapa wilayah termasuk di Aceh Utara dan daerah lain yang berbatasan dengan Sumatera Utara.
Selain jumlah korban meninggal, BNPB juga memperbarui data terkait jumlah korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Setelah dilakukan verifikasi nama oleh pihak keluarga dan desa/kecamatan, 17 nama dihapus dari daftar orang hilang, sementara 148 orang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.
Bencana ini tidak hanya berdampak pada korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan besar pada lingkungan dan infrastruktur, termasuk rumah hunian dan fasilitas publik. Wilayah-wilayah seperti beberapa kabupaten di Sumut mengalami kerusakan parah di fasilitas umum dan layanan transportasi akibat tanah longsor dan banjir deras.
BNPB terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan mitigasi bencana, terutama di kawasan yang cenderung masih berpotensi mengalami hujan lebat di awal tahun. Upaya evakuasi, pencarian, dan dukungan logistik bagi korban serta keluarga yang terdampak akan terus diprioritaskan oleh pemerintah pusat dan instansi terkait.

