Jakarta, 4 Januari 2026 – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generatif diperkirakan akan semakin mendominasi industri kreatif sepanjang tahun 2026. Teknologi ini kini tidak hanya digunakan untuk membantu penulisan teks, tetapi juga produksi gambar, musik, video, hingga pengembangan desain produk.
Pengamat teknologi digital menilai bahwa AI generatif telah menjadi alat strategis bagi kreator konten, perusahaan media, dan pelaku industri hiburan. Dengan kemampuan menghasilkan konten secara cepat dan efisien, AI membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas
Namun, meningkatnya penggunaan AI juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait etika, orisinalitas karya, dan perlindungan tenaga kreatif manusia. Sejumlah negara mulai menyusun regulasi untuk memastikan penggunaan AI tetap berada dalam batas yang wajar dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, pelaku industri kreatif di Indonesia mulai mengadopsi teknologi ini sebagai alat pendukung, bukan pengganti. Kolaborasi antara kreativitas manusia dan kecerdasan mesin dinilai menjadi kunci utama agar industri tetap berkembang secara berkelanjutan.

