Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra telah menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa masif. Hingga 29 November 2025, tercatat 164 orang meninggal dunia, 79 hilang, dan 12 luka-luka akibat peristiwa ini. Sebagian besar kematian terjadi di Sumatera Utara — tercatat 116 korban tewas, disusul provinsi lain seperti Aceh dan Sumatera Barat.
Sebagai respons darurat, badan penanggulangan bencana dan tim penyelamat telah dikerahkan. Basarnas memperkuat operasi dengan menggunakan jalur laut, karena banyak jalur darat terputus akibat longsor dan banjir. Sementara itu, pemerintah mengirim bantuan — berupa tenda pengungsian, perahu karet, generator, peralatan komunikasi, logistik makanan siap saji, tenaga medis, dan obat-obatan — menuju daerah terdampak.

