Kebutuhan minyak nabati di Pakistan diperkirakan sudah meningkat tajam sejak dekade 1980 — dari sekitar 676 ribu ton menjadi 4,64 juta ton pada 2018. Lonjakan ini memicu ketergantungan lebih besar pada impor bahan baku minyak nabati, termasuk minyak sawit dari Indonesia.
Menurut data terbaru dari lembaga terkait, pangsa minyak sawit Indonesia di pasar Pakistan jauh mengungguli alternatif seperti minyak kedelai, cottonseed, atau bunga matahari. Hal ini membuka ruang besar bagi ekspor sawit Indonesia guna memenuhi permintaan pasar luar negeri yang terus tumbuh.
Kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku industri sawit Indonesia untuk memperluas jaringan ekspor — terutama ke pasar yang menunjukkan peningkatan kebutuhan minyak nabati signifikan seperti Pakistan. Peningkatan ekspor tersebut juga diharapkan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global minyak nabati.

